IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Forum Santri Indonesia
Terimakasih Atas Kunjungan Anda Dikomunitas ini
Alhamdulillah
Akhirnya Forum Santri Indonesia Punya Domain dan hosting yang berbayar,
Kami Selaku Pengurus FSI mengundang anda untuk berpatisipasi di FSI

Dengan Alamat http://www.forumsantri.com


Tdd         : Admin

Masukan Sumbangan Anda Disini
Forum Santri Indonesia
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» 17 Tahanan Tewas Dalam Kerusuhan di Penjara Meksiko
Tue Dec 30, 2008 5:44 pm by santri

» Salam kenal
Mon Dec 29, 2008 5:05 pm by Admin

» Assalamualaikum....
Mon Dec 29, 2008 12:20 pm by yusufsatya

» TES TOEFL GRATIS
Thu Dec 18, 2008 12:02 pm by Admin

» VIRUS PALING BAHAYA
Thu Dec 18, 2008 10:24 am by jufri

» salam kenal
Thu Dec 18, 2008 9:48 am by jufri

» PDF2Office Professional ver4.0 Incl. Serial
Fri Dec 05, 2008 11:23 am by Admin

» asalaam mualaikum
Tue Nov 25, 2008 10:24 pm by dja

» Pembentukan Karakter
Tue Nov 25, 2008 10:12 pm by dja

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Statistics
Total 26 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah santri

Total 61 kiriman artikel dari user in 29 subjects
Top posters
Admin
 
SimpleMan
 
big2besar
 
MULKAN
 
santri_kalong
 
jufri
 
ruwah
 
latan_sa
 
dja
 
yusufsatya
 

Share | 
 

 (Ask) Poligami

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
SimpleMan
Santri Baru
Santri Baru
avatar

Jumlah posting : 11
Lokasi : Jakarta
Registration date : 21.10.08

PostSubyek: (Ask) Poligami   Tue Oct 21, 2008 11:43 pm

Karna keterbatasan pengetahuan, apa ada yg bisa bantu menjelaskan bagaimana Poligami itu dinyata sah dan di_izinkan?

Terima Kasih.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
santri_kalong
Santri Baru
Santri Baru


Jumlah posting : 5
Registration date : 21.10.08

PostSubyek: RE:Poligami   Wed Oct 22, 2008 12:47 am

Syaikh bin Baz mengatakan [Majalah Al-Balagh, edisi 1028 Fatwa Ibnu Baz] :

Berpoligami itu hukumnya sunnah bagi yang mampu, karena firmanNya “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [An-Nisa : 3]

Dan praktek Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sendiri, dimana beliau mengawini sembilan wanita dan dengan mereka Allah memberikan manfaat besar bagi ummat ini. Yang demikian itu (sembilan istri) adalah khusus bagi beliau, sedang selain beliau dibolehkan berpoligami tidak lebih dari empat istri. Berpoligami itu mengandung banyak maslahat yang sangat besar bagi kaum laki-laki, kaum wanita dan Ummat Islam secara keseluruhan. Sebab, dengan berpoligami dapat dicapai oleh semua pihak, tunduknya pandangan (ghaddul bashar), terpeliharanya kehormatan, keturunan yang banyak, lelaki dapat berbuat banyak untuk kemaslahatan dan kebaikan para istri dan melindungi mereka dari berbagai faktor penyebab keburukan dan penyimpangan.

Tetapi orang yang tidak mampu berpoligami dan takut kalau tidak dapat berlaku adil, maka hendaknya cukup kawin dengan satu istri saja, karena Allah berfirman “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja”. [An-Nisa : 3]

TAFSIR AYAT POLIGAMI

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja” [An-Nisa : 3]

Dan dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” [An-Nisa : 129]

Dalam ayat yang pertama disyaratkan adil tetapi dalam ayat yang kedua ditegaskan bahwa untuk bersikap adail itu tidak mungkin. Apakah ayat yang pertama dinasakh (dihapus hukumnya) oleh ayat yang kedua yang berarti tidak boleh menikah kecuali hanya satu saja, sebab sikap adil tidak mungkin diwujudkan ?

Mengenai hal ini, Syaikh bin Baz mengatakan [Fatawa Mar'ah. 2/62] :

Dalam dua ayat tersebut tidak ada pertentangan dan ayat yang pertama tidak dinasakh oleh ayat yang kedua, akan tetapi yang dituntut dari sikap adil adalah adil di dalam membagi giliran dan nafkah. Adapun sikap adil dalam kasih sayang dan kecenderungan hati kepada para istri itu di luar kemampuan manusia, inilah yang dimaksud dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” [An-Nisa : 129]

Oleh sebab itu ada sebuah hadits dari Aisyah Radhiallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membagi giliran di antara para istrinya secara adil, lalu mengadu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam do’a: “Ya Allah inilah pembagian giliran yang mampu aku penuhi dan janganlah Engkau mencela apa yang tidak mampu aku lakukan” [Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim]

KERIDHAAN ISTRI TIDAK MENJADI SYARAT DI DALAM PERNIKAHAN KEDUA

Syaikh bin Baz mengatakan [Fatwa Ibnu Baz : Majalah Al-Arabiyah, edisi 168] :

Jika realitasnya kita sanggup untuk menikah lagi, maka boleh kita menikah lagi untuk yang kedua, ketiga dan keempat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anda untuk menjaga kesucian kehormatan dan pandangan mata anda, jikalau anda memang mampu untuk berlaku adil, sebagai pengamalan atas firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja” [An-Nisa : 3]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farji ; dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa dapat menjadi benteng baginya” [Muttafaq ‘Alaih]

Menikah lebih dari satu juga dapat menyebabkan banyak keturunan, sedangkan Syariat Islam menganjurkan memperbanyak anak keturunan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Kawinilah wanita-wanita yang penuh kasih sayang lagi subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan menyaingi umat-umat yang lain dengan bilangan kalian pada hari kiamat kelak” [Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban]

Yang dibenarkan agama bagi seorang istri adalah tidak menghalang-halangi suaminya menikah lagi dan bahkan mengizinkannya. Selanjutnya hendak kita berlaku adil semaksimal mungkin dan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya terhadap istri-istri kita. Semua hal diatas adalah merupakan bentuk saling tolong menolong di dalam kebaikan dan ketaqwaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman “Dan saling tolong menolong kamu di dalam kebajikan dan taqwa” [Al-Maidah : 2]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Dan Allah akan menolong seorang hamba selagi ia suka menolong saudaranya” [Riwayat Imam Muslim]

Anda adalah saudara seiman bagi istri anda, dan istri anda adalah saudara seiman anda. Maka yang benar bagi anda berdua adalah saling tolong menolong di dalam kebaikan. Dalam sebuah hadits yang muttafaq ‘alaih bersumber dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan keperluan saudaranya, niscaya Allah menunaikan keperluannya”

Akan tetapi keridhaan istri itu bukan syarat di dalam boleh atau tidaknya poligami (menikah lagi), namun keridhaannya itu diperlukan agar hubungan di antara kamu berdua tetap baik.

BERPOLIGAMI BAGI ORANG YANG MEMPUNYAI TANGGUNGAN ANAK-ANAK YATIM

Ada sebagian orang yang berkata, sesungguhnya menikah lebih dari satu itu tidak dibenarkan kecuali bagi laki-laki yang mempunyai tanggungan anak-anak yatim dan ia takut tidak dapat berlaku adil, maka ia menikah dengan ibunya atau dengan salah satu putrinya (perempuan yatim). Mereka berdalil dengan firman Allah “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat” [An-Nisa : 3]

Syaikh bin Baz mengatakan [Fatwa Ibnu Baz, di dalam Majalah Al-Arabiyah, edisi 83]
:

Ini adalah pendapat yang bathil. Arti ayat suci di atas adalah bahwasanya jika seorang anak perempuan yatim berada di bawah asuhan seseorang dan ia merasa takut kalau tidak bisa memberikan mahar sepadan kepadanya, maka hendaklah mencari perempuan lain, sebab perempuan itu banyak dan Allah tidak mempersulit hal itu terhadapnya.

Ayat diatas memberikan arahan tentang boleh (disyari’atkan)nya menikahi dua, tiga atau empat istri, karena yang demikian itu lebih sempurna dalam menjaga kehormatan, memalingkan pandangan mata dan memelihara kesucian diri, dan karena merupakan pemeliharaan terhadap kehormatan kebanyak kaum wanita, perbuatan ikhsan kepada mereka dan pemberian nafkah kepada mereka.

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya perempuan yang mempunyai separoh laki-laki (suami), sepertiganya atau seperempatnya itu lebih baik daripada tidak punya suami sama sekali. Namun dengan syarat adil dan mampu untuk itu. Maka barangsiapa yang takut tidak dapat berlaku adil hendaknya cukup menikahi satu istri saja dengan boleh mempergauli budak-budak perempuan yang dimilikinya. Hal ini ditegaskan oleh praktek yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana saat beliau wafat meninggalkan sembilan orang istri. Dan Allah telah berfirman “Sesungguhnya telah ada bagi kamu pada Rasulullah suri teladan yang baik” [Al-Ahzab : 21]

Hanya saja Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada ummat Islam (dalam hal ini adalah kaum laki-laki, pent) bahwa tidak seorangpun boleh menikah lebih dari empat istri. Jadi, meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menikah adalah menikah dengan empat istri atau kurang, sedangkan selebihnya itu merupakan hukum khusus bagi beliau.

Sumber :

Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Darul Haq
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
latan_sa
Santri Baru
Santri Baru
avatar

Jumlah posting : 3
Lokasi : sp malikussaleh/lhokseumawe
Registration date : 21.10.08

PostSubyek: boleh2 saja dalam hukum islam   Wed Oct 22, 2008 1:51 am

tapi sang suami sanggup memberi nafkah kepada istrinya, dua orang atau empat orang istri,tidak boleh seorang laki2 lebih dari empat orang istri,walaupun suami sanggup memberi nafkah lebih dari empat org istri....tapi kita lihat dalam kalangan masyarakat kita?seorang laki2 yang mempunyai dua istri atau lebih,sering kita dapat keributan dalam rumah tangga,sedangkan agama tidak menyuruh kita dalam berumah tangga itu untuk mencipta kan kerusuhan dalam rumah tangga,jadi kenapa agama membolehkan poligami?Agama islam menjawap,seorang istri wajip taat kepada suami dan tunduk kepada suami dan jangan melawan kata2 suami dan selalu menuruti perintah suami perintah yg tidak melanggar dengan hukum islam dan wajip seorang istri untuk meng hibur sang suami bila sangsuami dalam kegundahan,bila sang istri tidak pernah sedikitpun menyakiti hati sang suami,maka sang suami sangat sayang kepada istrinya yg tidak pernah menyakiti hatinya,maka sangsuami tidak tega memadukan istrinya yg sangat di sayaginya,maka berbahagialah dalam rumah tangga rukun dan damai.itulah yg di katakan surga istri di bawah telapak kaki suami,bila istri menyakiti hati kedua org tuanya atau menyakiti hati suaminya,lebih besar dosanya menyakiti hati suami.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
SimpleMan
Santri Baru
Santri Baru
avatar

Jumlah posting : 11
Lokasi : Jakarta
Registration date : 21.10.08

PostSubyek: Nice Artikel   Thu Oct 23, 2008 2:55 am

Bro Kalong,
Terima kasih artikel_nya.

Bro Latan_sa,
Jadi kesimpulan anda seperti apa???

Berlaku adil bagi manusia mungkin hampir tidak pernah sempurna. Sekalipun memiliki niat yg cukup besar utk berlaku adil.
Apa ini tidak menimbulkan satu suggest bagi suami2 sebagai pemicu pikiran alam bawa sadar.

Monggo....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
latan_sa
Santri Baru
Santri Baru
avatar

Jumlah posting : 3
Lokasi : sp malikussaleh/lhokseumawe
Registration date : 21.10.08

PostSubyek: Re: (Ask) Poligami   Thu Oct 23, 2008 8:14 am

niat untuk berlaku adil itu cukup baik, jagan niat2 saja tidak mau berusaha, untuk mencapai niat kita? itu urusan ALLAH/TUHAN yg menentukan hidup kita, yg memberikan kita mati ,memberikan kita rezeki, memberikan kita miskin, yg memberikan kita jatuh kedalam neraka jahannam, yg memberikan kita masuk syurga, yg membangkitkan kita setelah mati menjadi hidup/di hari akhirat nanti, itu semua urusan ALLAH/TUHAN..kita hannya berkewajiban menjaga niat baik kita dan amal baik, kepada sesama manusia dan kepada ALLAH/TUHAN......TUGAS HIDUP KITA DI DUNIA UNTUK MENCARI KEBAIKAN NIAT KITA, DAN MENGERJAKAN AMAL BAIK KITA, TAPI IGAT JAGAN HARAP KITA AKAN SUNGGUH2 MENGERJAKAN AMAL BAIK KITA. KALAU KITA TIDAK MEMPUNYAI ILMU AGAMA..........Tidak sempurna ilmu agama dengan membaca buku agama dan kitap agama, kalau tidak ada guru yg mengajari petunjuk tentang buku agama dan kitap agama

MAAF YA BOSS SIMPLEMAN?????????
KALAU BOLEH TAU BOS ISLAM ATAU NON ISLAM,,SEKEDAR INGIN TAU AJA....HEHHEHE SUPAYA NGOBROL KITA SERUUUUUUUUUUUU
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
SimpleMan
Santri Baru
Santri Baru
avatar

Jumlah posting : 11
Lokasi : Jakarta
Registration date : 21.10.08

PostSubyek: Re: (Ask) Poligami   Thu Oct 23, 2008 10:14 pm

Pada prinsipnya setuju dgn apa yg anda ungkapkan.

Saya belum Islam bro Latan. Anda cukup menyapa sy dgn nama (SimpleMan, Simp atau SM). Jgn pake BOSS....kayak gitu, heheh.....

Membaca, mempelajari (Belajar) dan memahami sesuatu bukan hanya pd agama memang butuh bimbingan, tukar pikiran dan pendapat kepada orang lain terlepas dr status orang tersebut. Apa yg kita peroleh juga butuh di_olah agar mendapatkan petunjuk dr YMK melalui cara2NYA.

Back to Topic, mengenai perlakuan adil sebagai tolak ukur berPoligami. Sebagai manusia awam (Bukan Nabi) apa menurut Bro Latan cukup kuat?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: (Ask) Poligami   

Kembali Ke Atas Go down
 
(Ask) Poligami
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: MAJELIS SANTRI MEMBER :: Artikel Bebas-
Navigasi: