IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Forum Santri Indonesia
Terimakasih Atas Kunjungan Anda Dikomunitas ini
Alhamdulillah
Akhirnya Forum Santri Indonesia Punya Domain dan hosting yang berbayar,
Kami Selaku Pengurus FSI mengundang anda untuk berpatisipasi di FSI

Dengan Alamat http://www.forumsantri.com


Tdd         : Admin

Masukan Sumbangan Anda Disini
Forum Santri Indonesia
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» 17 Tahanan Tewas Dalam Kerusuhan di Penjara Meksiko
Tue Dec 30, 2008 5:44 pm by santri

» Salam kenal
Mon Dec 29, 2008 5:05 pm by Admin

» Assalamualaikum....
Mon Dec 29, 2008 12:20 pm by yusufsatya

» TES TOEFL GRATIS
Thu Dec 18, 2008 12:02 pm by Admin

» VIRUS PALING BAHAYA
Thu Dec 18, 2008 10:24 am by jufri

» salam kenal
Thu Dec 18, 2008 9:48 am by jufri

» PDF2Office Professional ver4.0 Incl. Serial
Fri Dec 05, 2008 11:23 am by Admin

» asalaam mualaikum
Tue Nov 25, 2008 10:24 pm by dja

» Pembentukan Karakter
Tue Nov 25, 2008 10:12 pm by dja

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Statistics
Total 26 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah santri

Total 61 kiriman artikel dari user in 29 subjects
Top posters
Admin
 
SimpleMan
 
big2besar
 
MULKAN
 
santri_kalong
 
jufri
 
ruwah
 
latan_sa
 
dja
 
yusufsatya
 

Share | 
 

 HAKIKAT IMAN

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
big2besar
Santri Baru
Santri Baru
avatar

Jumlah posting : 8
Lokasi : Kota Cinta
Registration date : 22.10.08

PostSubyek: HAKIKAT IMAN   Wed Oct 22, 2008 9:31 am

Definisi Iman,

Menurut bahasa iman berarti pembenaran hati. Sedangkan menurut istilah, iman adalah :
"Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan."

Ini adalah pendapat jumhur. Dan imam Syafi'i meriwayatkan ijma' para shahabat, tabi'in dan orang-orang sesudah mereka yang sezaman dengan beliau atas pengertian tersebut.

Penjelasan Definisi Iman,

"Membenarkan dengan hati" maksudnya menerima segala apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

"Mengikrarkan dengan lisan" maksudnya, mengucapkan dua kalimat syahadat, syahadat Laa Ilaah Illallahu wa anna Muhammadan Rasulullah (Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah).

"Mengamalkan dengan anggota badan" maksudnya, hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, sedangkan anggota badan mengamalkan dalam bentuk ibadah-ibadah sesuai dengan fungsinya.

Kaum salaf menjadikan amal termasuk dalam pengertian iman. Dengan demikian iman bisa bertambah dan berkurang seiring dengan bertambahnya dan berkurangnya amal shaleh.


Dalil-Dalil Kaum Salaf

Para salaf bersandar kepada berbagai dalil di antaranya adalah:

1. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Muddatstsir : 31 yang artinya :

"Dan tiada Kami jadikan penjaga Neraka itu melainkan dari Malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk menjadi cobaan orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang Mukmin tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (menyatakan), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?"."

2. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Anfal : 2-4 yang artinya :

"Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan lah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya."

3. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

"Iman itu tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih yang paling utama adalah ucapan 'Laa Ilaaha Illallahu' dan paling rendah adalah menyingkirkan rintangan (kotoran) dari tengah jalan, sedangkan rasa malu itu (juga) salah satu cabang dari iman." (HR. Muslim, 1/63).

4. Sabda Rasulullah SAW riwayat Abu Said Al-Khudri, ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda" :

"Siapa yang melihat kemungkaran di antara kalian, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu dengan lisannya, dan jika ia tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim, 1/69).

Bagaimana Dalil-Dalil Tersebut Menunjukkan Bahwa Iman Dapat Bertambah Dan Berkurang

Dalil Pertama :

Didalamnya terdapat penetapan bertambahnya iman orang-orang mukmin, yaitu dengan persaksian mereka akan kebenaran nabinya berupa terbuktinya kabar beritanya sebagaimana yang tersebut dalam kitab-kitab samawi sebelumnya.


Dalil Kedua :

Didalamnya terdapat penetapan bertambahnya iman dengan mendengarkan ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang disifati oleh Allah, yaitu mereka yang jika disebut nama Allah tergeraklah rasa takut mereka sehingga mengharuskan mereka menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Mereka itulah yang bertawakkal kepada Allah. Mereka tidak mengaharapkan selain-Nya, tidak menuju kecuali kepada-Nya dan tidak mengadukan hajatnya kecuali kepada-Nya. Mereka itu orang-orang yang memiliki sifat selalu melaksanakan amal ibadah yang disyariatkan seperti shalat dan zakat.

Mereka adalah orang-orang yang benar-benar beriman, dengan tercapainya hal-hal tersebut baik dalam i'tikad maupun amal perbuatan.


Dalil Ketiga :

Hadits ini menjelaskan bahwa iman terdiri dari cabang-cabang yang bermacam-macam, dan setiap macam adalah bagian dari iman yang keutamaannya berbeda-beda, yang paling tinggi dan paling utama adalah ucapan 'Laa Ilaaha Illallahu' kemudian cabang sesudahnya secara berurutan dalam nilai dan fadhilahnya sampai pada cabang yang terakhir yaitu menyingkirkan rintangan (kotoran) dari tengah jalan.

Adapun cabang-cabang antara keduanya adalah shalat, zakat, puasa, haji dan amalan-amalan hati seperti malu, tawakkal, khasyyah (takut kepada Allah) dan sebagainya, yang semuanya dinamakan iman.

Diantara cabang-cabang ini ada yang bisa membuat lenyapnya iman manakala ia tinggalkan, menurut ijma' ulama; seperti dua kalimat syahadat.

Adapula yang tidak sampai menghilangkan iman menurut ijma' ulama manakala ia tinggalkan; seperti menyingkirkan rintangan dan gangguan dari jalan.

Sejalan dengan pengamalan cabang-cabang iman itu, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya, maka iman itu bisa bertambah dan berkurang.


Dalil Keempat :

Hadits Muslim ini menuturkan tingkatan-tingkatan nahi mungkar dan keberadaannya sebagai bagian dari iman. Ia menafikan (meniadakan) iman dari seseorang yang tidak mau melakukan tingakatan terendah dari tingkatan nahi mungkar yaitu mengubah kemungkaran dengan hati.

Sebagaimana disebutkan di dalam sebagian riwayat hadits: "Dan tidak ada sesudahnya sebiji sawi pun dari iman." (HR. Muslim, kitab Al-Iman, bab bayanu kurhin nahyi anil mungkar).

Berdasarkan hal ini maka tingkatan di atasnya adalah lebih kuat keimanannya.

Wallahu a'lamu bishshawab.


Smile
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
HAKIKAT IMAN
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: MAJELIS DAYAH :: IImu Tauhid-
Navigasi: